Tepat 10 April 2010 kemarin, Nganjuk berulang tahun. Menurut Prasasti Anjuk Ladang, tahun ini merupakan yang ke-1073. Dari awal nama Anjuk Ladang hingga menjadi Nganjuk sekarang, tentu saja banyak peristiwa yang telah dilalui. Salah satunya adalah perubahan ibukota kabupaten.
Dulu pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk berada di Berbek yang letaknya sekitar 15 km dari kota Nganjuk sekarang. Semakin majunya kehidupan masyarakat, pusat pemerintahan dipindahkan ke Nganjuk. Perpindahan ini menandai Kabupaten Nganjuk yang sekarang, yang selalu diperingati setiap tahun dengan Pawai Alegoris.
Pawai Alegoris merupakan simbol perpindahan seluruh jajaran pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk. Tahun ini pawai sangat meriah. Masyarakat berderet di sepanjang jalan yang dilalui pawai. Apalagi pawai dilaksanakan di hari Minggu, tepat sehari setelah ulang tahun.
Pawai mulai memasuki Nganjuk pukul 10.00 WIB, dengan kereta pertama yang dikendarai Bupati Taufikurrahman beserta istri. Disusul seluruh jajaran pemerintahan, dinas, dan UPTD. Pawai juga dimeriahkan partisipasi klub bersepeda di Nganjuk dan seni budaya reog. Bebepa sekolah juga ikut menyemarakkan acara dengan menempatan siswa-siswinya didepan sekolah masing-masing.
Selain Pawai Alegoris, setelahnya juga diadakan kirab pusaka menuju pendopo Kabupaten Nganjuk.
Dirgahayu Kabupaten Nganjuk ke-1073.
Thursday, April 15, 2010
Sunday, April 4, 2010
SINGOKROMO; Satu Lagi Obyek Wisata Nganjuk
Masyarakat Nganjuk mungkin sudah pernah tahu atau minimal mendengar mengenai Air Terjun Singokromo, tapi sebagian belum mengenal obyek wisata baru ini. Lokasinya sama dengan Air Terjun Sedudo, lebih tepatnya dibawahnya, jaraknya lebih dekat dari pintu masuk loket obyek wisata. Namun untuk sampai ke lokasi diperlukan sedikit ekstra tenaga karena medan yang masih alami dan belum mendapat perhatian serius pemerintah. Tapi jangan kaget, jika sudah sampai di lokasi, pengunjungnya juga ramai.
Air Terjun Singokromo tingginya hanya sekitar 20 meter, namun airnya yang bersih dan segar jatuh melimpah. Kealamiannya masih terjaga karena seperti menikmati air terjun dengan kubangan air ditengah hutan. Kalau pengunjung masih sepi menikmati air terjun ini seperti telaga mandi para bidadari, bersensasi. Suara air terjun, bunyi-bunyian binatang hutan, benar-benar asli masih alami.
Hanya saja, sulitnya perjalanan menuju lokasi, jalan setapak menuju air terjun yang belum dibangun, keadaan cuaca yang mudah berubah drastis harus dipertimbangkan jika mau berkunjung ke Singokromo. Terlebih untuk pengunjung bermobil, jarak dari parkir kendaraan ke lokasi masih lumayan jauh. Pastinya perlu persiapan sebelum ke air terjun ini.
Air Terjun Singokromo tingginya hanya sekitar 20 meter, namun airnya yang bersih dan segar jatuh melimpah. Kealamiannya masih terjaga karena seperti menikmati air terjun dengan kubangan air ditengah hutan. Kalau pengunjung masih sepi menikmati air terjun ini seperti telaga mandi para bidadari, bersensasi. Suara air terjun, bunyi-bunyian binatang hutan, benar-benar asli masih alami.
Hanya saja, sulitnya perjalanan menuju lokasi, jalan setapak menuju air terjun yang belum dibangun, keadaan cuaca yang mudah berubah drastis harus dipertimbangkan jika mau berkunjung ke Singokromo. Terlebih untuk pengunjung bermobil, jarak dari parkir kendaraan ke lokasi masih lumayan jauh. Pastinya perlu persiapan sebelum ke air terjun ini.
Thursday, December 24, 2009
Nongkrong Bermanfaat
Ada yang aneh dengan judul ini? Tak kepikiran bukan kalau nongkrong ada sisi positif yang dapat diambil. Kalau biasanya nongkrong cuma menghabiskan waktu, ngobrol kesana-kemari tak jelas, atau menghamburkan uang, bahkan kadang lebih banyak lagi negatifnya.
Ada yang menarik diperlihatkan beberapa pemuda desa (dalam foto), sambil minum kopi, menghisap rokok, sambil mengasah otak mengisi teka-teki silang. Mungkin aneh buat sebagian pemuda yang sedang meluangkan waktunya nongkrong di malam hari. Mengisi teka-teka silang berarti melatih padanan kata, sinonim dan berbahasa indonesia. Kegiatan yang patut mendapat apresiasi, apalagi tes-tes masuk pegawai sekarang ini selalu ada soal macam ini. Lumayan bukan buat latihan?
Ada yang menarik diperlihatkan beberapa pemuda desa (dalam foto), sambil minum kopi, menghisap rokok, sambil mengasah otak mengisi teka-teki silang. Mungkin aneh buat sebagian pemuda yang sedang meluangkan waktunya nongkrong di malam hari. Mengisi teka-teka silang berarti melatih padanan kata, sinonim dan berbahasa indonesia. Kegiatan yang patut mendapat apresiasi, apalagi tes-tes masuk pegawai sekarang ini selalu ada soal macam ini. Lumayan bukan buat latihan?
Saturday, November 28, 2009
Ada Namaku Tidak?
Pengumuman penerimaan CPNSD Kabupaten Nganjuk sudah dilakukan hari ini. Pengumuman bisa dilihat di depan kantor Pemda Nganjuk serta dimuat di harian Radar Kediri Jawa Pos edisi hari ini, Sabtu 28 Nopember 2009.
Selamat bagi yang diterima, untuk yang belum berhasil bisa dicoba lagi dilain kesempatan. Tidak perlu berkecil hati tidak diterima sebagai pegawai negeri. Bagi yang diterima, tugas berat telah menanti, negeri ini belum beranjak maju mencapai tujuan, jangan menambah kebobrokan di pemerintahan. Bangga jadi pegawai negeri boleh, tapi masyarakat butuh kerja nyata dari para aparat pegawai negeri. Ingat aparat digaji oleh rakyat!
Selamat bagi yang diterima, untuk yang belum berhasil bisa dicoba lagi dilain kesempatan. Tidak perlu berkecil hati tidak diterima sebagai pegawai negeri. Bagi yang diterima, tugas berat telah menanti, negeri ini belum beranjak maju mencapai tujuan, jangan menambah kebobrokan di pemerintahan. Bangga jadi pegawai negeri boleh, tapi masyarakat butuh kerja nyata dari para aparat pegawai negeri. Ingat aparat digaji oleh rakyat!
Saturday, November 14, 2009
Mengenang Pahlawan Nganjuk
Hari Pahlawan selalu diperingati dengan upacara bendera. Pemkab Nganjuk selalu melaksanakannya di Alun-alun. Tapi pernahkah terbersit dalam pikiran, ada pahlawan kemerdekaan yang berjuang dan gugur di Nganjuk?
Kalau belum tahu bolehlah sesekali langsung ke Alun-alun dan masuk dari pintu selatan. Akan terlihat monumen dihiasi air mancur. Ya, itulah monumen perjuangan untuk mengenang Kapten Kasihin. Pejuang yang mempertahankan wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Ada beberapa pejuang lain yang turut gugur bersama Kapten Kasihin dalam mempertahankan kemerdekaan kala itu. Nama-nama pejuang lebih lengkap bisa juga dilihat di Gedung Juang dan Pemuda 45, jalan dr Soetomo, Nganjuk.
Kalau belum tahu bolehlah sesekali langsung ke Alun-alun dan masuk dari pintu selatan. Akan terlihat monumen dihiasi air mancur. Ya, itulah monumen perjuangan untuk mengenang Kapten Kasihin. Pejuang yang mempertahankan wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Ada beberapa pejuang lain yang turut gugur bersama Kapten Kasihin dalam mempertahankan kemerdekaan kala itu. Nama-nama pejuang lebih lengkap bisa juga dilihat di Gedung Juang dan Pemuda 45, jalan dr Soetomo, Nganjuk.
Tuesday, October 27, 2009
Musim Penerimaan CPNS
Mulai kemarin tanggal 26 Oktober 2009, sejumlah Pemerintah Daerah telah mengumumkan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah formasi tahun anggaran 2009. Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri sepertinya akan bersamaan dalam proses ini. Dibuka mulai kemarin, peserta yang lolos administrasi akan diberitahu lewat surat untuk tes tertulis tanggal 21 Nopember.
Untuk lebih lengkap mengenai pengumuman penerimaan CPNS, bisa dilihat ditempat yang ditentukan masing,masing Pemda, Kantor Pos, dan di media cetak. Bisa juga dilihat di situs resmi pemda-pemda tersebut.
Untuk lebih lengkap mengenai pengumuman penerimaan CPNS, bisa dilihat ditempat yang ditentukan masing,masing Pemda, Kantor Pos, dan di media cetak. Bisa juga dilihat di situs resmi pemda-pemda tersebut.
Monday, October 5, 2009
Memanfaatkan WiFi Gratis
Kalau ada waktu luang tak ada salahnya memanfaatkan yang satu ini. Apalagi gratisan, oke banget kan? Dulu ada beberapa tempat umum yang disediakan fasilitas Wifi oleh Telkom, tak tahu sekarang. Yang jelas alun-alun Nganjuk masih tersedia akses ini.
Di tempat tersebut, tak hanya Telkom yang sinyalnya dapat dipergunakan, karena SMP Negeri 1 Nganjuk dan Pemkab Nganjuk juga bisa diakses dari situ. Tinggal pilih yang disuka, dan manfaatkan aksesnya untuk ber-internetan gratis. Bahkan ditengah alun-alun juga disediakan stop kontak jika komputer jinjing anda kehabisan daya. Semoga fasilitas Wifi bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Di tempat tersebut, tak hanya Telkom yang sinyalnya dapat dipergunakan, karena SMP Negeri 1 Nganjuk dan Pemkab Nganjuk juga bisa diakses dari situ. Tinggal pilih yang disuka, dan manfaatkan aksesnya untuk ber-internetan gratis. Bahkan ditengah alun-alun juga disediakan stop kontak jika komputer jinjing anda kehabisan daya. Semoga fasilitas Wifi bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Thursday, October 1, 2009
Hari Baru Di Bulan Baru
Masih di suasana lebaran. Meskipun telat, kami ucakan selamat idul fitri, taqaballahu minna wa minkum, minal aidin wal faidin tahun 1430 Hijriah.
Hari ini juga merupakan Hari Kesaktian Pancasila, jadi selamat memperingati hari bersejarah, semoga kehidupan berbangsa dan bernegara semakin maju dan sejahtera.
Hari ini juga merupakan Hari Kesaktian Pancasila, jadi selamat memperingati hari bersejarah, semoga kehidupan berbangsa dan bernegara semakin maju dan sejahtera.
Saturday, August 29, 2009
KHAS RAMADHAN
Setiap ramadhan selalu ada yang lain daripada biasanya. Salah satunya adalah pedagan takjil dan aneka makanan khas ramadhan. Kalau tahun lalu pedagang banyak menggelar jajanannya di sepanjang Jalan Supriyadi sampai Jalan Ahmad Yani, tahun ini sepertinya bisa dialihkan di Jalan Pramuka depan SMPN 1 Nganjuk. Lokasi yang cocok dan aman karena bukan jalan utama, sehingga para pembeli pun nyaman memilih makanan atau minuman yang ditawarkan para pedagang.
Setiap sore hari menjelang berbuka, aneka makanan dan minuman khas ramadhan bisa ditemui di lokasi ini. Setelah ngabuburit di Alun-alun atau sekedar jalan-jalan sore, bisa mampir membeli jajanan buat berbuka puasa. Mulai dari botok, gorengan, kolak, aneka rupa lauk-pauk, sampai ice cream tersedia. Tinggal pilih sesuai selera untuk berbuka.
Setiap sore hari menjelang berbuka, aneka makanan dan minuman khas ramadhan bisa ditemui di lokasi ini. Setelah ngabuburit di Alun-alun atau sekedar jalan-jalan sore, bisa mampir membeli jajanan buat berbuka puasa. Mulai dari botok, gorengan, kolak, aneka rupa lauk-pauk, sampai ice cream tersedia. Tinggal pilih sesuai selera untuk berbuka.
Saturday, August 15, 2009
KARNAVAL KECAMATAN SUKOMORO
Melihat karnaval Kecamatan Sukomoro tadi sore seperti melihat antiklimak dari acara serupa beberapa kali di Nganjuk. Mungkin karena sudah mendekati finish atau tidak ada pengertian dari penonton yang mengiringi peserta atau memang tidak ada koordinasi yang baik dari para penyelenggara sehingga terlihat semrawut tak bisa dibedakan mana yang sedang berkarnaval dan penonton, semua berjalan membaur bahkan dengan kendaraan bermotor, seperti jalan santai saja. Kasihan yang berkarnaval, sudah capek berjalan dari Desa Sumengko sampai Kelurahan Kapas, repot merias diri dan menyiapkan tenaga dan biaya tapi hasilnya malah tak bisa dinikmati warga yang menonton.
Banyak warga yang menilai rute yang berbeda sehingga ruwet, karena ada yang kembali ke jalur bertabrakan dengan karnaval, ada juga yang melihat kurangnya aparat keamanan yang mengatur jalannya acara, sehingga memberi kelonggaran penonton berkendaraan turut beriringan dalam pawai, bahkan ada kendaraan yang melintas meminta minggir peserta pawai dengan membunyikan sirene. Aneh, karnaval atau apa ini? Akibatnya menonton pun tidak nyaman dan mana yang mesti ditonton.
Mestinya menjadi perhatian semua pihak yang mengadakan pawai karnaval menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, agar apa yang dilakukan tak hanya membuang tenaga dan biaya, apalagi dijaman susah seperti ini. Kalau memang tidak siap menggelar acara bisa ditunda atau ditiadakan.
Banyak warga yang menilai rute yang berbeda sehingga ruwet, karena ada yang kembali ke jalur bertabrakan dengan karnaval, ada juga yang melihat kurangnya aparat keamanan yang mengatur jalannya acara, sehingga memberi kelonggaran penonton berkendaraan turut beriringan dalam pawai, bahkan ada kendaraan yang melintas meminta minggir peserta pawai dengan membunyikan sirene. Aneh, karnaval atau apa ini? Akibatnya menonton pun tidak nyaman dan mana yang mesti ditonton.
Mestinya menjadi perhatian semua pihak yang mengadakan pawai karnaval menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, agar apa yang dilakukan tak hanya membuang tenaga dan biaya, apalagi dijaman susah seperti ini. Kalau memang tidak siap menggelar acara bisa ditunda atau ditiadakan.
Wednesday, August 12, 2009
Memeriahkan HUT RI Ke-64
Menyambut ulang tahun kemerdekaan republik tercinta yang bertepatan dengan bulan Ramadhan membuat berbagai acara sedikit dimajukan. Kalau biasanya acara-acara khas Agustusan dan berbagai hiburan digelar setelah tanggal 17 Agustus tahun ini dilaksanakan lebih awal. Bahkan hiburan-hiburan sudah digelar di awal bulan.
Acara khas Agustusan seperti karnaval, lomba gerak jalan dan olahraga lainnya berurutan setiap hari. Tapi ada juga ide-ide kreatif baru sekedar memeriahkan acara. Seperti lomba mancing dan menangkap ikan pun ada.
Hari ini pelajar SMP dan SMA Nganjuk mengadakan pawai karnaval kemerdekaan. Start dari Stadion Anjuk Ladang akan menuju Alun-alun Nganjuk melewati jalan-jalan utama sejauh lebih dari lima kilometer. Intinya adalah partisipasi dari semua warga Nganjuk dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-64 ini. Merdeka!
Acara khas Agustusan seperti karnaval, lomba gerak jalan dan olahraga lainnya berurutan setiap hari. Tapi ada juga ide-ide kreatif baru sekedar memeriahkan acara. Seperti lomba mancing dan menangkap ikan pun ada.
Hari ini pelajar SMP dan SMA Nganjuk mengadakan pawai karnaval kemerdekaan. Start dari Stadion Anjuk Ladang akan menuju Alun-alun Nganjuk melewati jalan-jalan utama sejauh lebih dari lima kilometer. Intinya adalah partisipasi dari semua warga Nganjuk dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-64 ini. Merdeka!
Tuesday, July 28, 2009
Bupati Nganjuk Larung Puspito di Sedudo

Bupati bersama anggota Muspida dan Ketua DPRD, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah, melakukan tebar bunga setaman di lokasi Air Terjun Sedodo. Usai melakukan tebar bunga atau larung puspito, dilanjutkan larung sesaji. Merekapun kemudian sejenak hening memanjatkan do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mohon berkah dan keselamatan. Kemudian, dengan iringan Shalawat Nabi , Bupati bersama undangan termasuk mantan Bupati Nganjuk Drs. Soetrisno.R. M.S.i dan pejabat eselon II dan III serta para Camat, membasuh muka dengan air Sedudo.
Setelah prosesi ritual itu dilakukan, Bupati dan undangan menyaksikan persembahan Tari Bedaya Amek Tirto yang dibawakan oleh para seniman muda Nganjuk, diantaranya dari siswa SMP Negeri 1, SMA2 dan SMK PGRI. Berada dibarisan depan adalah para sesepuh pembawa dupa. Dibelakangnya adalah putri dumas, penari bedaya, kemudian para gadis berambut panjang serta para jejaka bagus. Tari tersebut menggambarkan proses pengambilan air suci yang dilakukan oleh lima jejaka bagus, kemudian dibawa oleh 5 penari bedaya dan 10 penari lainnya. Air suci yang sudah berada dalam klenting, kemudiann dibawa oleh para sesepuh Desa Ngliman, guna disimpan dikomplek Makam Kyai Ageng Ngaliman. Jaraknya sekitar 3 Km dari Obyek Wisata Sedudo.
Acara yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk tersebut merupakan agenda tahunan. Tahun ini bertepatan dengan tanggal 3 Syakban 1430 Hijriah.
Tuesday, July 21, 2009
Nasi Pecel Nganjuk
Sebenarnya nasi pecel bukan khas milik daerah Nganjuk. Di daerah lain juga ada, hanya saja mungkin beda penyajian, rasa atau modifikasinya. Tapi bagaimanapun nasi pecel sangat mudah dijumpai di Nganjuk dari desa sampai kota. Dari hanya yang sebungkus dua ribu rupiah kelas warung sampai yang kelas restoran. Rasanya juga tak akan jauh beda, tergantung mengemasnya saja hingga pengaruhnya pada harga.
Sepanjang Jalan Ahmad Yani tinggal pilih yang mana yang disuka atau yang cocok dengan selera lidah masing-masing, atau sepanjang Jalan Raya Surabaya - Madiun, mau yang mana yang dirasa bisa memuaskan perut. Bukan khas tapi nasi pecel sudah menjadi makanan paling umum di Nganjuk.
Silahkan mencoba bila melintasi Nganjuk. Dijamin tidak mengecewakan.
Sepanjang Jalan Ahmad Yani tinggal pilih yang mana yang disuka atau yang cocok dengan selera lidah masing-masing, atau sepanjang Jalan Raya Surabaya - Madiun, mau yang mana yang dirasa bisa memuaskan perut. Bukan khas tapi nasi pecel sudah menjadi makanan paling umum di Nganjuk.
Silahkan mencoba bila melintasi Nganjuk. Dijamin tidak mengecewakan.
Tuesday, June 30, 2009
WADUK KULAKSECANG
Waduk Kulaksecang sebenarnya berfungsi sebagai waduk irigasi. Hanya saja para pengunjung waduk adalah mereka yang hobi mancing, atau anak-anak dari desa sekitar yang ingin bermain air dan mandi di waduk ramai-ramai. Lokasinya yang bagus dikelilingi bukit membuatnya semakin indah. Meski luas waduk tidak luas, namun cukup untuk obyek wisata yang potensial.
Hanya saja waduk yang terletak di Desa Jatigreges Kecamatan Pace ini perlu polesan lagi jika ingin dijadikan sebagai obyek wisata. Selain waduk sepertinya ada obyek lain yakni goa. Sementara jalur transportasi tidak ada masalah karena jalan sudah aspal, mungkin hanya perlu kelasnya dinaikkan. Waduk ini bisa saja diperbaiki dan dijadikan obyek wisata yang menghasilkan pemasukan bagi Pemkab seperti halnya Waduk gerak Waruturi atau Kalibening. Untuk ukuran obyek wisata Nganjuk, Kulaksecang mungkin bisa menyamai Goa Margotrisno atau Roro Kuning.
Wujud kepedulian Bupati periode sebelumnya pernah menabur benih ikan di waduk ini, sekarang kita tunggu yang dilakukan Bupati sekarang.
Hanya saja waduk yang terletak di Desa Jatigreges Kecamatan Pace ini perlu polesan lagi jika ingin dijadikan sebagai obyek wisata. Selain waduk sepertinya ada obyek lain yakni goa. Sementara jalur transportasi tidak ada masalah karena jalan sudah aspal, mungkin hanya perlu kelasnya dinaikkan. Waduk ini bisa saja diperbaiki dan dijadikan obyek wisata yang menghasilkan pemasukan bagi Pemkab seperti halnya Waduk gerak Waruturi atau Kalibening. Untuk ukuran obyek wisata Nganjuk, Kulaksecang mungkin bisa menyamai Goa Margotrisno atau Roro Kuning.
Wujud kepedulian Bupati periode sebelumnya pernah menabur benih ikan di waduk ini, sekarang kita tunggu yang dilakukan Bupati sekarang.
Tuesday, June 9, 2009
NGANJUK RAIH ADIPURA

Kabupaten Nganjuk tahun 2009 telah berhasil meraih prestasi dibidang kebersihan. Jum'at 5 Juni 2009 kemarin di Istana Negara Bupati Taufiqurrahman menerima Piala Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selanjutnya, Sabtu 6 Juni 2009 pagi, Piala Adipura dikirapkan diwilayah Kecamatan Nganjuk dan Loceret sejauh 10 kilo meter yang dimulai dari depan Pendopo Kabupaten. Arak-arakan tersebut diawali mobil patwl termasuk dari Kominfo kemudian mobil hias yang membawa Piala Adipura. Dibelakangnya Bupati dan Ny. Ita Triwibawati, Wakil Bupati , Sekda dan beserta seluruh warga masyarakat dengan sepeda pancal, termasuk didalamnya Ketua DPRD yang juga Ketua Kosti beserta anggota. Dibelakang regu pengendara sepeda pancal, terdapat rombongan armada pasukan kuning. Untuk menyambut keberhasilan Nganjuk meraih Piala Adipura, Sabtu malam di Alun-alun diadakan malam tasyakuran dengan hiburan wayang kulit dengan dalang Ki Joko Suwani.
Berdasarkan SK Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 236/2009, Kabupaten Nganjuk berada diurutan kelima dari 75 kabupaten/kota seluruh Indonesia dengan ketegori kota kecil. Untuk kategori yang sama ditingkat Jawa Timur berada diurutan kedua setelah Mojosari Kabupaten Mojokerto.Sebelumnya Kabupaten Nganjuk sudah menerima penghargaan Adipura sebanyak tiga kali. Pada tahun 1995 menerima sertifikat, kemudian tahun 1996 dan 1997 berturut-turut berhasil menerima Piala Adipura. Ini bisa dilihat adanya beberapa tugu yang ada di jalan umum di Nganjuk. Dengan keberhasilannya meraih piala Adipura tahun 2009, maka berarti sudah tiga kali.Kedepan perlu kerja keras lagi bila ingin meraih Piala Adi Wiyata.
Thursday, May 21, 2009
KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS
Di beberapa daerah di Kabupaten Nganjuk, sudah mulai dilakukan pembagian kompor gas beserta tabung elpiji 3 kg sebagai bagian program konversi minyak tanah ke gas. Meski berjalan lancar, tapi sepertinya masih menyisakan keraguan di masyarakat soal keamanan penggunaannya dan jaminan ketersediaan gas elpiji. Maklum yang baru-baru selalu begitu, terutama orang desa, hal seperti ini perlu penjelasan yang sedetail-detailnya, kalau perlu mungkin penyuluhan per rumah tangga. Karena terbukti, mesti sudah terima paket kompor dan tabung gas, mereka tetap mencari minyak tanah untuk memasak, dengan alasan-alasan diatas.
Pembagian paket konversi memang harus dinilai sebagai upaya pemerintah untuk mengantisipasi keadaan bahan bakar minyak yang akan terus menipis dan mahal. Jadi masyarakat harus pro aktif dan aparat pemerintah yang berkaitan dengan program ini juga bekerja sebaik-baiknya, sehingga hasil program ini bisa cepat terlihat. Terutama masalah bahan bakar minyak untuk rumah tangga.
Pembagian paket konversi memang harus dinilai sebagai upaya pemerintah untuk mengantisipasi keadaan bahan bakar minyak yang akan terus menipis dan mahal. Jadi masyarakat harus pro aktif dan aparat pemerintah yang berkaitan dengan program ini juga bekerja sebaik-baiknya, sehingga hasil program ini bisa cepat terlihat. Terutama masalah bahan bakar minyak untuk rumah tangga.
Tuesday, May 5, 2009
NGANJUK TAMBAH DUA REKOR MURI
Produk unggulan Nganjuk, Bawang Merah, menyumbang dua pencapaian rekor MURI. Dua rekor tersebut adalah replikasi bawang merah terbesar dan terindah dan rekor merajang bawang merah dengan peserta terbanyak. Dua rekor tersebut menggenapi tiga catatan yang telah dibukukan Nganjuk menjadi lima.
Rekor replikasi yang secara khusus dimenangi Gapoktan Sukamaju Desa Bodor Kecamatan Pace ini, dicatat sebagai rekor ke 3637 MURI sedangkan Rekor merajang bawang merah terbanyak dengan peserta 1250 menjadi catatan yang ke-3638.
Sukses Nganjuk, Semoga Nganjuk Jaya!
Rekor replikasi yang secara khusus dimenangi Gapoktan Sukamaju Desa Bodor Kecamatan Pace ini, dicatat sebagai rekor ke 3637 MURI sedangkan Rekor merajang bawang merah terbanyak dengan peserta 1250 menjadi catatan yang ke-3638.
Sukses Nganjuk, Semoga Nganjuk Jaya!
Saturday, May 2, 2009
REKOR KETIGA NGANJUK
Kabupaten Nganjuk kembali menorehkan rekor MURI dalam peringatan hari jadi ke-1072. Kali ini para pelajar sd, smp, dan smp yang membuat rekor baru tarian yang dikakukan secara bersama-sama. Tarian Mongdhe yang merupakan tarian perang semasa perjuangan Pangeran Diponegoro ini dimainkan sebanyak 2109 pelajar dari berbagai sekolah di Nganjuk.
Dengan demikian ini rekor ini merupakan yang ketiga yang dibuat masyarakat Nganjuk sampai saat ini. Besok masih ada acara pemecahan rekor MURI lagi untuk pembuatan replika dari bawang merah. Rencananya akan digelar dua hari berturut-turut di alun-alun.
Dengan demikian ini rekor ini merupakan yang ketiga yang dibuat masyarakat Nganjuk sampai saat ini. Besok masih ada acara pemecahan rekor MURI lagi untuk pembuatan replika dari bawang merah. Rencananya akan digelar dua hari berturut-turut di alun-alun.
Wednesday, April 22, 2009
NGANJUK TAMBAH REKOR MURI

Tanggal 18 April 2009 Bupati membuka pagelaran wayang kulit yang serentak juga digelar di 20 tempat dimasing-masing kecamatan dalam semalam.Para seniman yang dilibatkan pada pagelaran di dua puluh tempat tersebut terdiri dari pengurus PEPADI 9 orang, para dalang se Kabupaten Nganjuk sejumlah 35 dalang baik senior maupun yunior, organisasi karawitan 20 unit terdiri dari 360 pengrawit, dan 70 orang pesinden serta 50 orang wiraswara.Dengan diraihnya rekor MURI pada pegelaran wayang kulit tersebut maka Kabupaten Nganjuk sudah ada dua even yang berhasil memecahkan rekor MURI. Yang pertama Pawai Akbar Takbir Keliling dengan peserta 11.000 pembawa obor yang dilaksanakan saat takbir menjelang Idul Fitri tahun 2008 lalu.
Bahkan kegiatan lain pada Bulan Promosi Potensi Nganjuk 2009 misalnya Lomba Cipta Replikasi bawang merah, merajang bawang merah dengan peserta 1250 ibu-ibu tanggal 3 dan 4 Mei 2009 dan tari Mung Dhe kolosal dengan peserta 2009 penari tanggal 2 Mei di Stadion Anjuk Ladang juga dicatatkan pada Museum Rekor Dunia MURI.
Dengan demikian dalam ulang tahun Nganjuk yang ke 1072 ini, Nganjuk akan mencatatkan diri sebagai kabupaten dengan empat Rekor MURI.
Monday, April 20, 2009
TKI PERTAMA DI MALAYSIA
Tahukah anda kalau ternyata Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia berasal dari Nganjuk? Ya, Mbah Sakur, pak tua dari Krempyang, Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk.
Seperti yang dikhabarkan TV One pagi ini, Pak Sakur yang kini telah berumur 91 tahun diperkirakan telah berada di Negeri Jiran tersebut sebelum merdeka. Ia mengatakan Malaysia waktu itu masih dijajah Inggris. Ia juga bercerita memakai kupluk songkok yang dibelinya di Demak seharga 10 Sen. Ia menyeberang ke negeri kala itu Presiden Soekarno tokoh yang diingatnya. Dengan waktu selama itu atau lebih dari 61 tahun, wajarlah kalau disebut sebagai TKI pertama dan terlama.
Sayangnya, apa yang dilakukan di Malaysia, tidak sukses seperti para TKI sekarang ini. Tak ada tabungan Ringgit yang dibawanya pulang. Hanya beberapa barang yang selalu menyertainya sekarang ini yang dibawanya pulang. Tongkat, tas berisi pakaian dan payung sebagai oleh-oleh setelah berpuluh tahun berada di negeri orang.
Selamat kembali ke rumah Mbah Sakur.
Seperti yang dikhabarkan TV One pagi ini, Pak Sakur yang kini telah berumur 91 tahun diperkirakan telah berada di Negeri Jiran tersebut sebelum merdeka. Ia mengatakan Malaysia waktu itu masih dijajah Inggris. Ia juga bercerita memakai kupluk songkok yang dibelinya di Demak seharga 10 Sen. Ia menyeberang ke negeri kala itu Presiden Soekarno tokoh yang diingatnya. Dengan waktu selama itu atau lebih dari 61 tahun, wajarlah kalau disebut sebagai TKI pertama dan terlama.
Sayangnya, apa yang dilakukan di Malaysia, tidak sukses seperti para TKI sekarang ini. Tak ada tabungan Ringgit yang dibawanya pulang. Hanya beberapa barang yang selalu menyertainya sekarang ini yang dibawanya pulang. Tongkat, tas berisi pakaian dan payung sebagai oleh-oleh setelah berpuluh tahun berada di negeri orang.
Selamat kembali ke rumah Mbah Sakur.
Subscribe to:
Posts (Atom)



